Senin, 02 Februari 2015

Gadis Pasar Minggu

Gadis itu 12 tahun usianya
Aku lupa siapa namanya
Setiap minggu, di pasar minggu
Bersama ayahnya, terbaring tak berdaya meminta-minta
Hydrocepalus telah merenggut masa remajanya
Tuhan kenapa kau tega!
Harusnya dia tumbuh menjadi gadis yang cantik
Bisa bercanda dan berbagi cerita dengan teman-temannya
Tapi, dia tak bisa, Tak bisa!
Kepalanya semakin membesar Tuhan
Sementara uang tak ada, ibu pergi entah kemana
Aku pilu mendengar kisah ayahnya siang itu
Kurapal doa untuknya
Karena hanya itu yang kubisa

Tuhan, dimana dia sekarang?
Kenapa aku tak pernah melihatnya lagi?
Tak tahukah mereka bahwa aku selalu mencari?
Setiap minggu, di pasar minggu
Setiap kali aku berkesempatan kesana lagi
Aku masih mencari
Mungkin pindah di tempat lain?
Tapi setiap jalan sudah kususuri
Dia dan ayahnya tak pernah kutemukan lagi

Tuhan apakah ayahnya sudah putus asa meminta rezeki tiap minggu pagi?
Tuhan apakah dia sudah mati?
Oh... Kuharap dia baik-baik saja
Mungkin ada dermawan yang membantu pengobatannya
Kini ia sedang mmenjalani serangkaian penyembuhan itu
Hydrocepalus itu pergi, dan dia berubah cantik seperti yang pernah kumimpi
Semoga..

Namun, jika memang dia telah mati
Pertemukan ia dengan bidadarimu yang cantik Tuhan
Jadikanlah ia salah satu dari mereka
Berikan bahagia di surga, berikan semuanya yang dulu kau batasi saat di dunia
Tuhan, sampaikan salamku padanya
Gadis pasar minggu yang kulupa siapa namanya.

Lunasi

Ibu, beritahu aku
Apa yang kau inginkan atas diriku
Ayah, beritahu aku
Apa yang kau inginkan atas diriku
Agar aku bisa membahagiakanmu
Meski tak lunas
Tak akan pernah lunas!
Lunasi
Lunasi
Tak akan pernah lunas!

Tumbuh

Tumbuhkan debar
Tumbuhkan getar
Tumbuh tumbuh tumbuh
Tumbuhkan pada debar yang tepat
Tumbuhkan pada getar yang lekat
Pada..
Pada siapa?

89887

89887...
Boleh kukatakan kalau aku terganggu 89887?
Ya, terganggu!
Bukan balasan sms yang kukirimkan
Bukan operator yang kurang kerjaan
Entah itu nomer jenis apa
Kapan bisa berhenti?
Kapan ada kesempatan membicarakan ini?
Ah, kau mungkin lupa
Ah, aku tak tahu cara membuatmu ingat
Cara yang tak membuatmu malu, atau tak enak denganku, bagaimana?

89887
Hadir selalu
Seperti sms pecinta kasmaran pada kekasihnya
Seperti ibu yang mengkhawatirkan putrinya
Tapi, 89887
Kapan kau berhenti hadir dalam hidupku?
Ini sudah satu tahun setengah sejak hari pertama kau hadir
Tak kusangka selama ini
Atau aku yang lugu sekali?
Atau kau yang terlalu setia padaku?
Tuhan tolong beritahu aku
Cara menghentikannya
Bukan karena aku benci empunya
Ada banyak hal yang seharusnya tak kutahu
Tapi kutahu, tanpa kuminta
Untuk itu Tuhan, tolong beritahu aku
Cara melepas ikhlas 89887

Kamis, 29 Januari 2015

Cerita Menulis

Entah sejak kapan aku mulai senang menulis
Sejak SD? MTs? MA?
Ah... bukannya aku masih ingusan saat SD?
Bukannya aku hanya suka Annida saat MTs?
Bukannya kerjaanku siaran saat Aliyah?
Lalu ?
Masih teringat buku harian yang kuberi nama Nirmala saat SD
Itu gara-gara sinetron peri kcil di tivi
Surat yang kutulis untuk bulik-bulikku sebagai ungkapan kemarahanku
Atau surat untuk teman-teman sekelas yang mendesakku agar 'jadian' dengan Wildan
Ah ada-ada saja! Masih SD! Masih kecil!
Atau logo-logo FLP yang kulihat dibuku-buku?
Atau majalah IQRO ya setiap semester selalu menggegerkan teman-temanku?
Apa?
Ayat-ayat cinta?
Ya, mungkin itulah novel pertama yang kukunyah bulat-bulat
Lalu?
Hmm... banyak! Lupa!
Bukankah yang pertama selalu terkenang?
Bermula dari ayat ayat cinta, aku semakin cinta dengan membaca
Lalu serius menulis, yang dulunya cuma orat-oret
Lalu cerpen-cerpen, lalu novel. Ditulis, ditulis
Blog, facebook
Nulis nulis nulis
Sampai kapan?
Entah...
Apakah aku layak disebut penulis?
Ah, belum!
Nulis, lagi, nulis terus
Tak perlu label penulis. Aku hanya butuh menulis
Nulis! Nulis! Nulis!


Senin, 26 Januari 2015

PD

Ajari aku makna percaya diri
Ajari aku untuk terus melangkah
PD PD PD PD
Kenapa mereka terus memandangiku?
PD PD PD PD
Adakah yang aneh?
PD PD PD PD
Lalu aku tersenyum
Kusapa mereka, lalu mereka menunduk
PD PD PD PD

Suatu hari nanti, mereka tak perlu lagi memandangiku seperti itu
Karena aku telah berubah
Aku akan jadi gadis cantik dengan fisik sempurna
Seperti Rapunzel, seperti Ayla, Seperti Barbie

Hey, sampai kapan tetap berkhayal begitu?

Sudah!

Kamu rajin,
Kamu kuat
Kamu hebat
Kamu luar biasa
Kamu, kamu, kamu
Jadilah yang kamu mau

PD aja

Malang, September 2010

Bapak Dosen

Pak, begini ya rasanya kuliah?
Pak, begini ya rasanya jadi mahasiswa?
Pak, begini ya rasanya menjadi pendengar kuliahmu?
Pak, begini ya rasanya berada di kelas yang dingin?

Pak, aku bosan
Pak, kenapa ini semua teman-teman
Pak, kenapa mereka hanya diam?
Pak, aku ingin terus bicara
Pak, tapi kenapa aku terus yang bicara?

Pak, aku ingin pulang saja
Pak, ini kelas, atau kuburan?
Pak, ini sangat membosankan
Pak, kenapa Anda juga diam?

Bicaralah Pak!
Keheningan ini membosankan
Ini kelas atau kuburan?

Malang, Agustus 2010